Minggu, 04 Agustus 2013

Kisah Spiritual, Surat Kepada Sahabat- Membongkar Rahasia Kesatria Piningit


Saudaraku, kalian tentu membaca, kalian tentu mendengar, bahwa di negri ini nanti akan lahir seorang kesatria. Kesatria pilih tanding, dia yang akan menyelamatkan bangsa ini dari kehancuran, dari kebobrokan moral, dari keserakahan, dan lain sebagainya. Dia nanti yang akan menghantarkan bangsa ini kepada kemajuan. Dia yang akan mengembalikan kehormatan bagsa ini. Bangsa ini akan menjadi besar, sangat besar. Dan kebesarannya tidaklah mampu engkau bayangkan. Kebesarannya akan tersebar keseluruh angkasa dan merambah dunia. Kesatria ini tidak pernah takut kepada siapapun. Dia hanya takut kepada Tuhannya. Tahukah engkau saudaraku, siapakah dirinya ?. Dan bagaimanakah keadaannya ?.

Biarlah akan kuberitahukan rahasia besar ini kepadamu. Janganlah engkau beritahukan kepada siapapun, berita ini, sebab pasti akan banyak orang yang menertawakanmu atau bahkan mungkin engkau akan dianggap gila. Pahamilah..sebab rahasia ini sudah terkubur ratusan tahun. Sangat misteri jadinya. Semua orang berharap kepada tokoh yang satu ini. Sehingga manakala tokoh ini muncul, dan tidak sebagaimana yang mereka harapkan, saya takut mereka akan frutasi dan malahan akan membuat kerusakan, mereka justru akan berbalik memerangimu. Percayalah padaku,  berjanjilah saudaraku. Sebab memang begitulah karakter manusia. Jika mereka mendapatkan sesuatu yang jauh dari harapannya mereka akan membabi buta menyalahkan apa saja, menyerang siapa saja yang dianggap telah menggagalkan angan-angannya itu.

Engkau tentu masih ingat, bagaimana kisah nabimu. Kala itu sudah banyak diramalkan akan datangnya seorang tokoh luar biasa sekali. Banyak kitab mereka menyebutkan ciri dan bagaimana keadaan tokoh ini. Tokoh ini ditunggu-tunggu kedatangannya berabad-abad kemudian. Kepercayaan ini terus menyebar dari mulut-ke mulut dari  tokoh-tokoh berilmu. Mereka sangat berharap tokoh ini akan membawa perubahan bagi kaum mereka. Namun apakah yang terjadi saat manakala mereka mendengar bahwa tokoh tersebut malah lahir dari suku terasing , suku yang dianggap tidak beradab. Bukan lahir dari kalangan mereka. Tentu saja mereka menjadi kecewa sekali. Mereka berbalik mengingkari dan menganggap Muhammad sebagai sorang gila. Maka engkaupun akan diperlakukan seperti itu oleh manusia. Percayalah, hukumnya akan sama, itu akan terjadi kepadamu jika engkau beritahu kepada mereka siapakah Kesatria Piningit itu. Peganglah keyakinan ini saudaraku.     

Baiklah jika engkau sudah siap mendengarkan, dan bersedia menjaga rahasia ini. Perhatikanlah kalimat ini. “SESUNGGUHNYA KESATRIA PININGIT ITU ADALAH DIRIMU..!.” Janganlah kaget dan janganlah heran. Mungkin saja engkau tidak percaya. Sebagaimana yang tadi aku sampaikan diawal padamu. Mungkin saja engkau akan menganggap aku gila seperti juga lainnya. Tapi aku yakin sekali, engkaulah satria itu. Sesuatu yang ada pada dirimu yang tersembunyi yang selalu engkau pingit. Dia tersembunyi di dalam hatimu sendiri. Dia sekarang ini tidak memiliki daya upaya apa-apa, sebab memang engkau yang memingitnya sendiri. Dia sangat kecil dan lemah, maka manusia sering menyebutnya HATI KECIL. Sebab saking kecilnya dirinya.  Sesuatu yang tak dianggap tapi dia selalu menyuarakan kebenaran, dia yang selalu mengngatkanmu agar terus berani melawan kebatilan, dia yang mengajakmu untuk selalu berbuat kebajikan, maka engkau menyebutnya Suara Hati Nurani.

Engkaulah Satria Piningit itu saudaraku. Engkau tidak tahu itu, maka hari ini kuberitahukan ini kepadamu. rahasia besar yang kupendam seumur hidupku. Apakah katamu nanti jika aku mengatakan ini, pasti engkau akan menjauhiku, engkau akan mentertawakanku. Perhatikanlah perlahan, keberadaan satria itu pada dirimu. Coba perhatikanlah hatimu, engkau pasti akan mampu meyakini perkataanku. Amati saja dalam diam, engkau telah memingitnya puluhan tahun, dalam palung hatimu yang terdalam. Itu adalah bagian dari dirimu. Kesatria itu adalah drimu yang engkau pingit sendiri.  Kesatria itu hanya mampu berbisik lirih, sebab engkau memang menginginkannya begitu. Engkau tidak mau membesarkannya , engkau justru takut jika dia menjadi besar dan kuat. Engkau selalu membungkamnya, membenamkan lebih dalam, dan lebih dalam lagi. Engkau pingit di lubuk hatimu yang paling dalam. Kesatria itu telah engkau pingit sendiri. Sadarilah itu saudaraku.

Ketika engkau berniat untuk korupsi, dia yang mati-matian menentang. Dia mengingatkanmu, dia selalu mencoba memberitahukanmu bahwa korupsi itu dibenci Tuhan. Dia gagah berani memerangimu saat mana engkau ingin berbuat begitu. Kadang dia menang, namun lebih banyak dia terkapar dan luka. sebab memang egomu dan nafsumu lebih perkasa. Dia rela dibunuh olehmu sendiri. Bukankah kesatria harus begitu. Selalu berani tampil didepan untuk menyuarakan kebenaran. Meski yang harus dilawan adalah tuannya sendiri. Dia tidak takut terhadapmu, dia tidak gentar meski engkau memingitnya lagi dan lagi. Meski engkau bungkam dengan segala cara, suatu saat dia akan mendatangimu dengan keperkasaannya. Ketika engkau sendiri dia akan datang mengingatkan seluruh perbuatanmu.

Ketika engkau menyelingkuhi pasanganmu, dia juga yang melawanmu. Melawan ego dan nafsu syahwatmu. Dia kesatria yang gagah berani akhirnya mati ditangan tuannya sendiri. Dia muncul dari lubuk hatimu yang terdalam, dari kesempitan . Dari ruang yang sangat pengap, dia hidup disana tidak ada ruang  udara sedikitpun. Meski engkau tidak memberikan fasilitas memandai untuk kesatriamu, namun dia tidak mengeluh. Dia menerobos menghajar seluruh ego dan nafsumu. Dia selalu berperang untukmu. Meski harus kalah dan kalah lagi. Sebab engkau memang tidak mau berpihak sedikitpun kepadanya. Engkau tidak mau mendengarkan saran-sarannya, engkau selalu menutup mulutnya jika dia ingin bicara. Engkaulah yang menutup pintu hatimu sendiri, sehingga dia terkunci di dalam.

Saudaraku, mungkin saja engkau menganggapku mengada-ada, atau menganggapku tidak waras dengan segala bualanku. Tak apa-apa, sebab keadaan akan selalu begitu. Hanya aku minta kepadamu, diamlah sejenak dengarkan suara hatimu, maka engkau akan mengerti apa yang aku maksudkan ini. Kesatria Piningit sungguh sangat luar biasa jikalau saja engkau tahu. Jika engkau berada dipihaknya maka engkau akan mampu memerangi siapa saja. Jika engkau membesarkannya maka dia akan mampu mengalahkan 1000 pasukan manapun. Jika engkau bersamanya maka jiwamu akan selalu tenang, engkau tidak akan pernah takut pada apapun. Engkau tidak akan dihinggapi perasaan was-was, ataupun bersedih hati. Sebab kesatriamu akan selalu mendampingimu. Hanya dialah satu-satunya sahabat yang setia padamu. Dia tidak pernah sedikitpun berpaling darimu, bahkan walau hanya sekejap. Dia teguh pendiriannya, dia akan membawamu kepada jalan Tuhanmu.

Ketahuilah saudaraku, Kesatria Piningit datang dari dimensi keempat, dia akan berperang untukmu. Dia akan selalu datang ketika engkau memanggilnya. Maka dengarkan saja saat dia ingin bacara padamu, agar engkau mengerti bahasanya. Engkau pasti mengerti sebab engkau sering mengatakan sebagai “Suara Hati Nuranimu’. sesungguhnya dia bukan hanya sekedar suara namun dia memiliki kekuatan yag mampu menghancurkan dunia. Dia sangat digdaya, dia tidak pernah mau kompromi dengan kemungkaran di muka bumi. Jangankan kemungkaran, hanya semisal lintasan hati saja, pasti dia sudah mengangkat pedang. Maka dialah sesungguhnya sahabat dalam suka dan dukamu. Dia yang akan tampil membela kebenaran untukmu. Maka kuatkanlah dia, dengarkanlah suaranya, berpihaklah engkau padanya. Dengan itu dia akan tumbuh besar dan kuat. Tidakkah engkau menginginkan lahirnya Sang Kesatria Piningit. Maka janganlah engkau tunggu lagi. Bangkitkanlah dia sebab dia selalu dekat denganmu.

Saudaraku, mungkin hanya ini yang bisa kusampaikan. Menjawab gundahmu sendiri akan kehidupan. Jangalah engkau percaya begitu saja dengan ucapanku. Namun juga janganlah engkau abaikan berita ini. Mengapakah tidak engkau buktikan sendiri kebenarannya ?. Bukankah engkau ingin berbuat sesuatu untuk bangsa ini ?. Bukankah engkau sedang menunggu datangnya Kesatria Piningit ?. Apakah engkau tidak percaya dan menganggap aku gila, jika kukatakan sekali lagi bahwa Kesatria Piningit adalah dirimu ?.  Aku berkata padamu !. Ya, engkau yang membaca tulisanku ini !. Bukan kepada yang lain.  Betul, engkaulah kesatria itu !.

***

Wahai kesatria, benahi dirimu, suarakan kebenaran, bangkitlah, bangunlah, sudah saatnya engkau bangun. Ajaklah seluruh sistem ketubuhanmu, ber-sinergi kepadamu. Meski engkau tidak didengar, meski engkau tidak dianggap, meski dalam kesendirian, tetapilah langkahmu. Meski engkau dipingit oleh tuanmu sendiri, suarakanlah selalu kebebasanmu. Mintalah kepada tuanmu untuk tidak memeingitmu. Terserah kepada dia, nanti akan menyebutmu apa. Terserah anggapannya, yang penting bagimu adalah menegakkan kebenaran. Mulailah dari ragamu terlebih dahulu. Perangilah nafsumu,perangilah ego dirimu, perangilah ke ‘aku’an mu, sifat sombongmu. Perangilah , hingga semua tundfuk akan hukum-hukum yang berlaku dia alam ini.    Matilah sebagai kesatria sejati. Lihatlah contoh para nabi, dia tidak mundur selangkahpun, meski mereka harus mati di tangan tuan dan raja-raja mereka.

Maka meskipun engkau harus mati di tangan tuanmu sendiri. Meskipun engkau akan semakin dibenamkan kedasar palung hatimu, tetaplah berjuang. Tuanmu pasti akan tidak berpihak padamu, itulah hukum alam. Sebagaimana para penguasa dan raja, yang jarang sekali mau bertindak dijalan Tuhan.. Maka dirimu akan diperlakukan begitu. Suaramu akan ditutup dengan batu oleh tuanmu sendiri. Maka kemudian engkau akan disebut sebagai ‘Hati yang Membatu’ . Itu bukanlah salahmu, tuanmu yang menginginkan engkau begitu. Tabahlah, tetaplah dalam misimu. Tidak hanya engkau saja yang mati karena itu. Sejarah sudah mencatat ribuan nabi, jutaan kaum sholeh yang mati mengenaskan saat menjalankan misi Tuhan. Maka janglah bersedih saudaraku. Memang jamannya dibuat seperti itu. Semoga dengan surat ini tuanmu mau mengerti, dan tidak lagi membungkammu. Dia akan mau mendengarkanmu. Bukankah engkau berjuang demi kebaikan dirinya juga. Bersabarlah suatu saat tuanmu pasti akan memahami keadaanmu, dan dia akan bersamamu, berperang melawan kemungkaran di atas muka bumi.

Tunggulah suatu saat tuanmu, akan mendengarkanmu, akan menuruti kata hatimu, sehingga tuanmu akan mendapatkan kebaikan yang dibawa olehmu. Yakinlah sesungguhnya khabar ini bukan dari orang gila. Khabar ini datang dari saudara-saudaramu, yang sudah mendapatkan tuan yang baik. Yang mau diajak berjuang untuk menegakkan jalan Allah. Semoga tuanmu juga  akan begitu. Dia mau membuka hijab antara dirimu dan dirinya, sebab itu memang untuk kebaikan dirinya juga. Jika tidak bersabarlah, sesungguhnya Tuhanmu tidaklah tidur. Dia tahu bagaimana beratnya perjuanganmu, dipingit di tempat yang sempit, di ruang yang pengap tanpa udara. Walau begitu bagi KAMI, engkau tetaplah kesatria meski engkau terpingit. Maka jadikanlah dirimu  sebagai salah satu Kesatria Piningititu  saudaraku.  Doaku menyertaimu ...saudaraku.

Salam

  


  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar