Asmara yg membahana,
Menenggelamkan jiwa,
Dalam patahannya,
Dalam dekapannya,
Aku yang sunyi,
Menari dalam pedihnya,
Adakah dia akan memahaminya..
(by Dewi Sekartaji)
Mas Thole terdiam merambah sepi. Telah diulang suatu masa dimana dirinya hanya kepingan hati. Seperti berlalunya malam. Dan saat roda kehidupan mengulingkan cokromanggilingan. Maka waktu lampau dan waktu sekarang, menjadi berimpit di dada ini. Keengganannya menerima permintaaan maaf Dewi Sekartaji, membuat sang Dewi berkali memohon ampunannya, dia telah menahan derita dan karmanya. Makanya dia memohon agar dirinya dapat di maafkan. Sudah bertubi-tubi nasehat dan petuah dari pelbagai sisi. Dengan cara yang misteri Ibundanya Ratu Kidul membawa pesan-pesan, agar Banyak Wide melunakkan hatinya. Semua kejadian dalam liputan-Nya. Maafkanlah semua yang mestinya bisa dimaafkan. Begitulah Saudara Sepuh-nya juga berpesan.
Ibunda Ratu Kidul harus melakukan semua itu. Sebagaimana Nabi Khidir melakukan juga perintah-Nya membunuh pemuda itu, dan sebagaimana dikisahkan Nabi Ibrahim melaksanakan perintah untuk menyembelih anaknya. Juga banyak diantara para wali Allah harus melakukan semua itu. Apakah mereka semua bertanya ?. Apakah mereka semua meragukan Tuhannya yang Maha Pengasih dan Maha Peyayang. Apakah mereka membantah ?. Padahal mereka semua juga tidak tahu hikmahnya sebelum Allah kemudian mengajarkan-Nya. Maka kenapakah masih ada keraguan ?. Mengapakah kemudian manusia mempertanyakan apa yang akan dan telah dilakukan Ratu Pantai Selatan ?. Jika manusia meyakini kitabnya sendiri maka mereka juga akan memahami atas apa-apa yang dilakukan RATU KIDUL. Apakah manusia Tidak ada yang tahu, untuk apakah hakekat semua itu diceritakan di Al qur an kepada kita semua. ya mereka manusia memang tidak akan tahu, sampai kemudian manusia sanggup menjadi alat-Nya. Sampai manusia sanggup mencapai keadaan ber-serah kepada-Nya. Ataukah manusia yang telah menutup hatinya untuk memahami hikmahnya itu ?.
Pemahaman itu begitu mengalir di dada Mas Thole. Kepasrahan Banyak Wide membawa kelegaan di dada. Memang menjadi kesulitan tersendiri. Bagaimana melegendakan kisah, dan bagaimana mengkisahkan sebuah legenda. Serta bagaimana juga mengkhabarkan perasaan yang bergumul diantara mereka. Tidak ada satupun pengarang bahkan yang handal sekalipun akan mampu menuliskannya dengan kata. Sungguh tak ada satupun pengarang itu yang akan sama persis membukukannya. Hanya mereka berdualah yang yang tahu bagaimana rahsa cinta itu sesungguhnya. Begitulah kisah asmara Raden Inu Kertapati dan Galuh Candra Kirana adalah mereka yang terkisah pada legenda Panji Asmara Bangun dan Dewi Sekartaji.
Marilah kita renungkan, telanjang dan benar-benar bersih. Untuk apakah manusia diberikan rahsa cinta ?. Mengapakah manusia harus ber-kasih sayang ?. Jika ternyata keadaannya justru akan membuat mereka mengelana di jagat semesta menderita karenanya. Mengapakah manusia suka membicarakan cinta ?. Namun tak acuh seakan tidak memerlukan cinta. Kemudian mereka akan menafikkan keberadaannya, sehingga karenanya hati mereka membatu, tiada lagi tetesan kasih dalam telaga hati. Sungguh ironi anak manusia seandainya dirinya sudah tak mampu merasakan adanya cinta lagi. Seandainya cinta kemudian dianggap nafsu dan harus juga diperangi. Maka itu;ah tragedy.
Sungguh sulit sekali menjelaskan keadaan hati dalam keadaan ini. Sungguhkah cinta dan kasih itu misteri ?. Marilah kita lihat hati yang merana. Sosok masa kini yang terus menderita sebab derita masa lalu. Rahsa yang menyelusup begitu saja didalam DNA-nya. Sehingga tanpa dipahaminya 'kisah cinta yang sirna' telah menjadi laku hidupnya dalam mengarungi realita. Mas Thole adalah penyaksinya adanya salah satu asma-Nya itu, yaitu dia Sang Maha CINTA (Kasih-Sayang). Coba dengarlah suara lara-hatinya, syair lagu ini begitu 'aku banget' katanya. Selama 30 tahun raga terkini menderita karena hal ini. He-eh. Dalam bait lagu kesukaannya seakan dia selalu berkata kepada Dewi Sekartaji ;
Sementara aku tengah bangganyamampu tetap setia meski banyak cobaanBegitu tulusnya kubuka tangankuLangit mendung, gelap malam untukkuTernyata mengagungkan cintaharus ditebus dengan duka laraTetapi akan tetap kuhayatihikmah sakit hati initelah sempurnakan kekejamanmu
(Seberkas Cinta yang Sirna by Ebiet G Ade)
Begitulah nestapa dirinya sepanjang malam yang dialami raga terkini. Tidak mengerti saja, seakan ada yang hilang, hampa rahsanya. Dia mencinta namun tidak tahu kepada siapa. Baru perlahan kesini dia mengenali dirinya dan masa lalunya. Maka kemudian saat mana siang tadi Dewi sekartaji mengajaknya berkomunikasi, dia dengan keras menolak. Bahkan permintaan maafnya pun tidak diterima. Maka akibatnya raga Putri Sriwijaya terseok-seok merahsakan perihnya hati dan rahsa bersalahnya Dewi Sekartaji atas Raden Inu Kertapati. Kesalahan apakah yang dilakukan Dewi Sekartaji padanya. Tidak, tidak ada yang salah. Betapa duka derita dilalui Inu Kertapati, disiksa, dijemur, bahkan dipukuli hanya demi dirinya dapat bertemu sang kekasih hati. Namun dia tidak surut atau undur satu langkahpun. Sungguh Dewi Sekartaji hanya mampu menatap saat kekasihnya dihukum rejam disana. Penderitaan demi penderitaan yang dialami Inu Kertapi diterima dengan dada terbusung. Dia bangga mampu tetap setia meski banyak cobaan.
Bagaimana tidak, perjuangannya demi cintanya adalah sebagaimana perjuangan hidup matinya. Semua perlakuan penguasa Kediri tetap tidak dapat meluluhkan niatan Inu Kertapati untuk mempersunting kekasih hatinya itu. Begitu kuat niatnya. Keadaan dirinya telah menggelisahkan para petinggi istana Kediri. Maka sebuah skenario dan misi politik dilakukan sang penguasa untuk memisahkan cinta mereka berdua. Puncaknya adalah diserangnya Jenggala oleh Kediri dan disitulah Dewi Sekartaji melihat pembantaian terjadi disana. Begitu hebatnya pembantaian itu. Kisah yang luput dari sejarah. Mereka saudara satu darah. Mereka yang masih anak keturunan Airlangga berperang memperebutkan tahta dan jabatan demi ambisi semata. Dewi sekartaji menjadi saksi kunci peristiwa berdarah itu. Kejadian yang sama mengulang kembali sejarah leluhurnya Darmawansa saat diserbu para sekutu Sriwijaya. Dia dipaksa untuk diam, dia ditawan oleh pasukan Ayahnya sendiri. Maka dirinya hanya mampu berdiam.
Pada awalnya, kisah cinta mereka diangkat dan dipolitisi, disuruhlah Dewi Sekartaji menguji cinta Inu Kertapati, banyak ujian diberikan, banyak syarat dan semua itu mampu dipenuhi dan diselesaikan oleh Inu Kertapati yang memang sakti. Rupanya petinggi kerajaan meminta bantuan kepada seorang tokoh pertapa sakti yang masih nenek mereka sendiri adalah Dewi Sudihwari atau Putri Sriwijaya. Kemudian disarankan agar Galuh Candra Kirana disembunyikan disebuah hutan belantara yang tidak mungkin bisa didatangi manusia. Mereka tahu dan paham kesaktian Inu ertapati. Dan hanya Gunung Panji lah tempat satu-satunya yang tidak mungkin bisa ditembus olehnya.
Dengan bantuan Dewi Kilisuci mereka meminta bantuan kepada Ratu Kidul. (Banyak yang tidak tahu bahwa Dewi Kilisuci hakekatnya adalah Dewi Sudihwari itu sendiri). Maka Ratu Kidul mengirimkan anaknya yang lain untuk menjaga Dewi Candra Kirana. Pada episode selanjutnya, anaknya Ratu Kidul ini kemudian dikisahkan berkiprah di masa berikutnya, dia selanjutnya yang meng-Islamkan Prabu Brawijaya V. Kekuatan brikade yang berlapis inilah yang menyebabkan Inu Kertapati tak mampu menembus tirai ghaibnya. Sayangnya semua itu disetujui oleh Candra Kirana, tanpa dia menjelaskan kepada kekasih hatinya itu. Dewi Candra Kirana tahu bahwa takdir alam harus begitu.
Pada saat mau diungsikan itulah Dewi Sekartaji mendengar bahwa Jenggala akan diserang oleh Kediri. Tentu saja dia berontak sekuat tenaga. Namun apa daya dirinya hanyalah wanita lemah. Pasukan Bhayangkara menjaganya dengan sangat ketatnya. Dari kejauhan dia melihat bagaimana keluarga kekasihnya itu dibunuhi. Bagaimana Jenggala kemudian dihancurkan sehingga rata dengan tanah. Inu Kertapati melawan dengan sekuat kemampuannya, sayang dia setengah hati sebab yang dilawannya adalah calon mertuanya sendiri. Dewi Sekartaji sampai matipun akan teringat peristiwa ini. Rahsa bersalahnya terus saja menghantui dirinya. Maka dikelahiran berikutnya dirinya selalu saja meliputi jiwa Dewi Sudihwari. Dia beranggapan bahwa seua yang terjadi atas skenario dirinya. Maka Dewi Sudihwari dikelahiran berikutnya, selalu menanggung rahsa sebagaimana rahsa yang dialami Dewi Sekartaji.
Dikisahkan, ternyata Inu Kertapati dapat menyelamatkan dirinya, berlarilah dirinya menjauh. Hingga sampailah dia di Gunung Panji. Disitulah dirinya bertapa, mencoba melupakan semua pengalaman buruknya. Namun sayangnya bayangan kekasihnya tetaplah mengikuti. Hingga kejadiannya sebagaimana yang dikisahkan dalam Romansa Ratu Pantai Selatan 1. Bersamaan dengan itupun Dewi Sekartaji juga diungsikan dibawah pengawasan Ratu Pantai selatan. Tidak berhitung hari lamanya Inu Kertapati bertapa, mungkin 1, mungkin 2, atau bahkan 5 tahun, tidak ada yang tahu. Dewi Candra Kirana tahu bahwa kekasihnya dapat menyelamatkan dirinya, maka diapun berdoa agar dapat dipertemukan dengan kekasihnya itu.
Jauh dari dimensi manusia, sebelumnya Candra Kirana terus berharap Inu Kertapati dapat menyusulnya. Namun harapannya itu sia-sia. Jika mengingat kejadiannya, dia menyesal sekali sudah mau saja dirinya ikut dalam skenario itu. Sehingga Jenggala akhirnya dibumi hanguskan Kediri. Betapa perih hatinya, saat dia melihat keadaan sang kekasihnya itu Bagaimana penderitaan Inu Kertapati dia dapat merasakan sebagaimana merasakan jiwanya sendiri. Maka betapa teriris hatinya, penyesalannya luar biasa sekali. Menjelang sore dan malam hari dia di gubuk sendiri di hutan. Rumah panggung yang disediakan di alam manusia untuk mengobati kangennya itu. Dia duduk dibawah jendela sambil terus berharap kekasihnya akan mampu menyusulnya. Namun harpnya benar-benar sia-sia. sampai akhirnya dirinya moksa dan berganti nama menjadi Dewi Sekartaji. Mereka dibedakan dua alam yang tidak mungkin akan bisa dipertemukan.
Hingga abad demi abad berganti, hingga waktu sudah tak dikenalinya lagi. Dia tertidur amat lama. Namun rahsa penyesalannya luar biasa, rahsa cintanya begitu hebatnya. Karena sebab dirinya lemah hati maka Jenggala rata dengan tanah. Dewi Sekartaji terus memohon ampunan kepada kekasih hatinya. Dia tahu bahwa Inu Kertapati sedikit merasa ada keterlibatan kekasihnya itu. Walau begitu Inu Kertapati masih terus berharap dan berharap, ada keterangan langsung perihal itu dari kekasih hatinya itu. Dia tidak pernah memaafkan kekasihnya yang pergi begitu saja bagai ditelan bumi. Kemanakah Dewi sekartaji pergi ?.
Hanya bayangan kilasan bidadari saja yang datang kepadanya, saat Inu Kertapati bertapa berbulan-bulan di Gunung Panji. Sungguh Kertapati tidak mengerti mengapakah dalam legenda itu dirinya diceritakan bertemu dengan sang kekasih dan kemudian hidup berbahagia dengan Dewi Sekartaji, untuk kepentingan siapakah kisah tersebut dikontruksi. Apakah benar yang dimaksudkan dalam legenda tersebut adalah dirinya ?. Siapakah yang merekayasa dan merekontruksi jalan cerita kisah tersebut ?. Untuk kepentingan siapakah kisah tersebut dihantarkan ?. Mengapakah mereka berbuat seperti itu ?. Mengapakah kerajaan Ratu Pantai selatan ikut campur dalam skenario itu. Sungguh sulit dimengerti. Sehabis sholat tadi Mas Thole perlahan dapat menangkap benang merahnya. Setelah dirinya bersama Banyak Wide mencoba menyadari dan memaafkan atas apapun yang etrjadi dimasa lalu. Ketika dalam khusuknya Mas Thoel bersama Banyak Wide menghadapkan dirinya, memeohon ampun dan mencoba memaafkan, tiba-tiba nyesss rahsa di dada. Angin sejuk dan dingin berputar di dalam kamarnya dalam beberapa menit, diluar hujan tiba-tiba saja turun padahal siang itu masih dalam suasana teriknya, kejadiannya kira-kira jam setengah dua. ( 22/6).
Ternyata didapatlah pemahaman bahwa Raden Inu Kertapati atau Banyak Wide adalah reinkarnasi tokoh yang dipanggil Paman, masih merupakan trah tetua di Atlantis. Dia sudah mengalami reinkarnasi beberapa kali. Sepak terjangnya yang terlalu menuruti perasaannya itu , telah membuat porak poranda kerajaan Atlantis saat itu. Maka jika perkawinan tersebut diteruskan, akan terjadi kejadian yang sama dengan kerajaan Atlantis. Begitulah waskita yang mampu ditangkap Ratu Kidul generasi saat itu. Maka Sang Ratu dibantu beberapa anaknya menahan laju perkawinan. Mencegah sang Paman untiuk mengulangi kesalahan yang sama. Wolohualam.
Petikan SMS yang terjadi antara Pambayun dan Dewi Sekartaji (tengah meliputi kesadaran Putri Sriwijaya-pen) berdua akan ditautkan menjadi satu bagian dalam kisah ini, bahwa ghaib dan realitas adalah satu mata uang dengan dua sisi yang berbeda namun hakekatnya adalah satu, tergantung kita mau melihat dari sisis yang mana. Saat mana kala itu Banyak wide benar-benar tidak mau menangapi pesan-pesan Dewi Sekartaji sebab masih dalam keadaan rindu-dendamnya , ini;ah petikannya ;
Pembayun : Putri sriwijaya, ada kbr apa mengenai NRK? Sy dgr dr paman dia sdh mulai bergerak di laut sunda?
Sekartaji : Pembayun, sampai kan maafku pada pamanmu, aku telah menerima karmaku sendiri.. Ampuni aku..
Pambayun : Akan sy sampaikan. Tolong putri mengungkapkan semua yg putri tau. Ini utk kebaikan kita semua. Saat ini misi kita utk ms depan. Jgn terjebak pd ms lalu. Kami semua butuh bantuan mu...
Sekartaji : Seperti dirimu yg mampu memaafkan ayahmu.. Sampaikan maafku pada pamanmu.. Ampuni aku.. Ya Allah..
Pambayun : Benar bgitu. Tidak ada dendam lg. Saat ini kita semua satu tim. Ungkapkan semua yg kau tau walau itu pedih.
Sekartaji : Aku tdk tau, hati ini hanya merasakan sakitny saja.. Sakit saat kang mas mereka hukum, sakit saat aku tak mampu berbuat apapun, mereka menahanku, menawanku..
Pambayun :Ya lepaskan sj rasanya..nangis tdk apa2. Lepaskan semua rasanya. Bertobatlah pada Allah.semua dlm skenarionya. Paman tentunya akan dpt menerima semua dan memaafkan.sy yakin itu...
Sekartaji : Ya Allah, sakitnya ya Allah.. Aku tak tau apa2..
Pambayun :Ya sudah gpp. Istighfarlah...dan serahkan kpd Allah.semua dlm skenarionya.. Mau nangis ya gpp. Biar semua rasa terlepas dr raga. Apa yg ingin putri katakan lg? Akan sy sampaikan pd Paman. Lepaskan beban itu...
Sekartaji : Turun temurun, smua berperang saling menyalahkan, lihatlah, apa yg terjadi pada kita, kita yg merasakan sakitnya, kita yg menelan karma, smua adalah buah dr apa yg kita perbuat diawal, berbutut panjang kebawah, ya Allah, putuskanlah karma ini hanya sampai disini, maafkan aku kang mas.. Ampuni aku..
Pambayun :Insya Allah saat ini kita menerima takdir kita dan memaafkan semua.karma itu terputus. Insya Allah. Paman akan memaafkan mu. Pembayun akan membujugnya...tdk usah khawatir. Semua dilahirkan kembali dlm periode yg sama. Ini takdir dan skenario Tuhan. Paman akan memahami dan memaafkan. Agar ksh sayang yg menjadi landasan dlm misi kita. Ksatria hrs meninggalkan dendam ms lalunya utk mengemban misi skrg. Tidak perlu bersedih lg. Bertobat dan tawakal saja. Maka rasa sakit itu akan lenyap. Dan hy syukur pd Tuhan,kita tlh terlahir kembali dgn misi dr Illahi. Apa putri baik2 saja? Msh nangis? Nti pambayun yg akan bilang sm paman,tdk usah khawatir.
Putri Sriwijaya :Td mas Thole msh marah, jd mau diluapkan sm siapa, utg ada pembayun.. Hehe
Pambayun : iya mmg dia msh dongkol. Itu td sekartaji ya?? Hmmm
Putri Sriwijaya :Tolong di Share kan aja semua ya .. :)
Pambayun : kebagian tugas lg nih pembayun... Pantesan langit mellow aja dr kmaren...hhhh...nasib dah jd yg plg kecil.. Baik2 akan sy sampaikan dgn sgt hati2... Oya kl ada info soal NRK ya...tuh nyai sdh bergerak dgn nyi blorong di laut sunda. Prabu sdg cek kesana. Hhhhh....
Wolohualam
