Sabtu, 22 Juni 2013

Kisah Spiritual ; Tragedy Cinta di Jenggala

Telaga sunyi nyanyian jiwa,Terdampar dalam lautannya, 
Asmara yg membahana, 
Menenggelamkan jiwa,
Dalam patahannya, 
Dalam dekapannya, 
Aku yang sunyi,
Menari dalam pedihnya, 
Adakah dia akan memahaminya..

(by Dewi Sekartaji)
Mas Thole terdiam merambah sepi. Telah diulang suatu masa dimana dirinya hanya kepingan hati. Seperti berlalunya malam. Dan saat roda kehidupan mengulingkan cokromanggilingan. Maka waktu lampau dan waktu sekarang, menjadi berimpit di dada ini. Keengganannya menerima permintaaan maaf Dewi Sekartaji, membuat sang Dewi berkali memohon ampunannya, dia telah menahan derita dan karmanya.  Makanya dia memohon agar dirinya dapat di maafkan. Sudah bertubi-tubi nasehat dan petuah dari pelbagai sisi. Dengan cara yang misteri Ibundanya Ratu Kidul membawa pesan-pesan, agar Banyak Wide melunakkan hatinya. Semua kejadian dalam liputan-Nya. Maafkanlah semua yang mestinya bisa dimaafkan. Begitulah Saudara Sepuh-nya juga berpesan. 
Ibunda Ratu Kidul harus melakukan semua itu. Sebagaimana Nabi Khidir melakukan juga perintah-Nya membunuh pemuda itu, dan sebagaimana dikisahkan Nabi Ibrahim melaksanakan perintah untuk menyembelih anaknya. Juga banyak diantara para wali Allah harus melakukan semua itu. Apakah mereka semua bertanya ?. Apakah mereka semua meragukan Tuhannya yang Maha Pengasih dan Maha Peyayang. Apakah mereka membantah ?. Padahal mereka semua juga tidak tahu hikmahnya sebelum Allah kemudian mengajarkan-Nya. Maka kenapakah masih ada keraguan ?. Mengapakah kemudian manusia mempertanyakan apa yang akan dan telah dilakukan Ratu Pantai Selatan ?. Jika manusia meyakini kitabnya sendiri maka mereka juga akan memahami atas apa-apa yang dilakukan RATU KIDUL.   Apakah manusia Tidak ada yang tahu, untuk apakah hakekat semua itu diceritakan di Al qur an kepada kita semua. ya mereka manusia memang tidak akan tahu,  sampai kemudian manusia sanggup menjadi alat-Nya. Sampai manusia sanggup mencapai keadaan ber-serah kepada-Nya. Ataukah manusia yang telah menutup hatinya untuk memahami hikmahnya itu ?. 
Pemahaman itu begitu mengalir di dada Mas Thole. Kepasrahan Banyak Wide membawa kelegaan di dada. Memang menjadi kesulitan tersendiri. Bagaimana melegendakan kisah, dan bagaimana mengkisahkan sebuah legenda. Serta bagaimana juga mengkhabarkan perasaan yang bergumul diantara mereka. Tidak ada satupun pengarang bahkan yang handal sekalipun  akan mampu menuliskannya dengan kata. Sungguh tak ada satupun pengarang itu yang akan sama persis membukukannya. Hanya mereka berdualah yang yang tahu bagaimana rahsa cinta itu sesungguhnya. Begitulah kisah asmara  Raden Inu Kertapati dan Galuh Candra Kirana adalah mereka yang terkisah pada legenda Panji Asmara Bangun dan Dewi Sekartaji. 
Marilah kita renungkan, telanjang dan benar-benar bersih. Untuk apakah manusia diberikan rahsa cinta ?. Mengapakah manusia harus ber-kasih sayang ?. Jika ternyata keadaannya justru akan membuat mereka mengelana di jagat semesta menderita karenanya. Mengapakah manusia suka membicarakan cinta ?. Namun tak acuh seakan tidak memerlukan cinta. Kemudian mereka akan menafikkan keberadaannya, sehingga  karenanya hati mereka membatu, tiada lagi tetesan kasih dalam telaga hati.  Sungguh ironi anak manusia seandainya dirinya sudah tak mampu merasakan adanya cinta lagi. Seandainya cinta kemudian dianggap nafsu dan harus juga diperangi. Maka itu;ah tragedy.
Sungguh sulit sekali menjelaskan keadaan hati dalam keadaan ini. Sungguhkah cinta dan kasih itu misteri ?. Marilah kita lihat hati yang merana. Sosok masa kini yang terus menderita sebab derita masa lalu. Rahsa yang menyelusup begitu saja didalam DNA-nya. Sehingga tanpa dipahaminya 'kisah cinta yang sirna' telah menjadi laku hidupnya dalam mengarungi realita. Mas Thole adalah penyaksinya adanya salah satu asma-Nya itu, yaitu dia Sang Maha CINTA (Kasih-Sayang). Coba dengarlah suara lara-hatinya, syair lagu ini begitu 'aku banget' katanya. Selama 30 tahun  raga terkini menderita karena hal ini. He-eh. Dalam bait lagu kesukaannya seakan dia selalu berkata kepada Dewi Sekartaji ;
Sementara aku tengah bangganyamampu tetap setia meski banyak cobaanBegitu tulusnya kubuka tangankuLangit mendung, gelap malam untukkuTernyata mengagungkan cintaharus ditebus dengan duka laraTetapi akan tetap kuhayatihikmah sakit hati initelah sempurnakan kekejamanmu
(Seberkas Cinta yang Sirna by Ebiet G Ade)
Begitulah nestapa dirinya sepanjang malam yang dialami raga terkini. Tidak mengerti saja,  seakan ada yang hilang,  hampa rahsanya. Dia mencinta namun tidak tahu kepada siapa. Baru perlahan kesini dia mengenali dirinya dan masa lalunya. Maka kemudian saat mana siang tadi Dewi sekartaji mengajaknya berkomunikasi, dia dengan keras menolak. Bahkan permintaan maafnya pun tidak diterima. Maka akibatnya raga Putri Sriwijaya terseok-seok merahsakan perihnya hati dan rahsa bersalahnya Dewi Sekartaji atas Raden Inu Kertapati. Kesalahan apakah yang dilakukan Dewi Sekartaji padanya. Tidak, tidak ada yang salah. Betapa duka derita dilalui Inu Kertapati, disiksa, dijemur, bahkan dipukuli hanya demi dirinya dapat bertemu sang kekasih hati. Namun dia tidak surut atau  undur satu langkahpun. Sungguh Dewi Sekartaji hanya mampu menatap saat kekasihnya dihukum rejam disana. Penderitaan demi penderitaan yang dialami Inu Kertapi diterima dengan dada terbusung. Dia bangga mampu tetap setia meski banyak cobaan. 
Bagaimana tidak, perjuangannya demi cintanya adalah sebagaimana perjuangan hidup matinya. Semua perlakuan penguasa Kediri tetap tidak dapat meluluhkan niatan Inu Kertapati untuk mempersunting kekasih hatinya itu. Begitu kuat niatnya. Keadaan dirinya telah menggelisahkan para petinggi istana Kediri. Maka sebuah skenario dan misi politik dilakukan sang penguasa untuk memisahkan cinta mereka berdua. Puncaknya adalah diserangnya Jenggala oleh Kediri dan disitulah Dewi Sekartaji melihat pembantaian terjadi  disana. Begitu hebatnya pembantaian itu. Kisah yang luput dari sejarah. Mereka saudara satu darah. Mereka yang masih anak keturunan Airlangga berperang memperebutkan tahta dan jabatan demi ambisi semata. Dewi sekartaji menjadi saksi kunci peristiwa berdarah itu. Kejadian yang sama mengulang kembali sejarah leluhurnya Darmawansa saat diserbu para sekutu Sriwijaya. Dia dipaksa untuk diam, dia ditawan oleh pasukan Ayahnya sendiri. Maka dirinya hanya mampu berdiam.
Pada awalnya, kisah cinta mereka diangkat dan dipolitisi, disuruhlah Dewi Sekartaji menguji cinta Inu Kertapati,  banyak ujian diberikan, banyak syarat  dan semua itu mampu dipenuhi dan  diselesaikan oleh Inu Kertapati yang memang sakti. Rupanya petinggi kerajaan meminta bantuan kepada seorang tokoh pertapa sakti yang masih nenek mereka sendiri adalah Dewi Sudihwari atau Putri Sriwijaya. Kemudian disarankan agar Galuh Candra Kirana disembunyikan disebuah hutan belantara yang tidak mungkin bisa didatangi manusia. Mereka tahu dan paham kesaktian Inu ertapati. Dan  hanya Gunung Panji lah tempat satu-satunya yang tidak mungkin bisa ditembus olehnya. 
Dengan bantuan Dewi Kilisuci mereka meminta bantuan kepada Ratu Kidul. (Banyak yang tidak tahu bahwa Dewi Kilisuci hakekatnya adalah Dewi Sudihwari itu sendiri). Maka Ratu Kidul mengirimkan anaknya yang lain untuk menjaga Dewi Candra Kirana. Pada episode selanjutnya, anaknya Ratu Kidul ini kemudian dikisahkan berkiprah di masa berikutnya, dia selanjutnya yang meng-Islamkan Prabu Brawijaya V.  Kekuatan brikade yang berlapis inilah yang menyebabkan Inu Kertapati tak mampu menembus tirai ghaibnya. Sayangnya semua itu disetujui oleh Candra Kirana, tanpa dia menjelaskan kepada kekasih hatinya itu. Dewi Candra Kirana tahu bahwa takdir alam harus begitu. 
Pada saat mau diungsikan itulah Dewi Sekartaji mendengar bahwa Jenggala akan diserang oleh Kediri. Tentu saja dia berontak sekuat tenaga. Namun apa daya dirinya hanyalah wanita lemah. Pasukan Bhayangkara menjaganya dengan sangat ketatnya. Dari kejauhan dia melihat bagaimana keluarga kekasihnya itu dibunuhi. Bagaimana Jenggala kemudian dihancurkan sehingga rata dengan tanah. Inu Kertapati melawan dengan sekuat kemampuannya, sayang dia setengah hati sebab yang dilawannya adalah calon mertuanya sendiri. Dewi Sekartaji sampai matipun  akan teringat peristiwa ini. Rahsa bersalahnya terus saja menghantui dirinya. Maka dikelahiran berikutnya dirinya selalu saja meliputi jiwa Dewi Sudihwari. Dia beranggapan bahwa seua yang terjadi atas skenario dirinya. Maka  Dewi Sudihwari dikelahiran berikutnya, selalu menanggung rahsa sebagaimana rahsa yang dialami Dewi Sekartaji.
Dikisahkan, ternyata Inu Kertapati dapat menyelamatkan dirinya, berlarilah dirinya menjauh. Hingga sampailah dia di Gunung Panji. Disitulah dirinya bertapa, mencoba melupakan semua pengalaman buruknya. Namun sayangnya bayangan kekasihnya tetaplah mengikuti. Hingga kejadiannya sebagaimana yang dikisahkan dalam Romansa Ratu Pantai Selatan 1. Bersamaan dengan itupun Dewi Sekartaji juga diungsikan dibawah pengawasan Ratu Pantai selatan. Tidak berhitung hari lamanya Inu Kertapati bertapa, mungkin 1, mungkin 2, atau bahkan 5 tahun, tidak ada yang tahu. Dewi Candra Kirana tahu bahwa kekasihnya dapat menyelamatkan dirinya, maka diapun berdoa agar dapat dipertemukan dengan kekasihnya itu.
Jauh dari dimensi manusia, sebelumnya  Candra Kirana terus berharap Inu Kertapati dapat menyusulnya. Namun harapannya itu sia-sia. Jika mengingat kejadiannya, dia menyesal sekali sudah mau saja dirinya ikut dalam skenario itu. Sehingga Jenggala akhirnya dibumi hanguskan Kediri. Betapa perih hatinya, saat dia melihat keadaan sang kekasihnya itu  Bagaimana penderitaan Inu Kertapati dia dapat merasakan sebagaimana merasakan jiwanya sendiri. Maka betapa teriris hatinya, penyesalannya luar biasa sekali. Menjelang sore dan malam hari dia di gubuk sendiri di hutan. Rumah panggung yang disediakan di alam manusia untuk mengobati kangennya itu. Dia duduk dibawah jendela sambil terus berharap kekasihnya akan mampu menyusulnya. Namun harpnya benar-benar sia-sia. sampai akhirnya dirinya moksa dan berganti nama menjadi Dewi Sekartaji. Mereka dibedakan dua alam yang tidak mungkin akan bisa dipertemukan. 
Hingga abad demi abad berganti, hingga waktu sudah tak dikenalinya lagi. Dia tertidur amat lama. Namun rahsa penyesalannya luar biasa, rahsa cintanya begitu hebatnya. Karena sebab dirinya lemah hati maka Jenggala rata dengan tanah. Dewi Sekartaji terus memohon ampunan kepada kekasih hatinya. Dia tahu bahwa Inu Kertapati sedikit merasa ada keterlibatan kekasihnya itu. Walau begitu Inu Kertapati masih terus berharap dan berharap, ada keterangan langsung perihal itu  dari kekasih hatinya itu. Dia tidak pernah  memaafkan kekasihnya yang pergi begitu saja bagai ditelan bumi. Kemanakah Dewi sekartaji pergi ?. 
Hanya bayangan kilasan bidadari saja yang datang kepadanya, saat Inu Kertapati bertapa berbulan-bulan di Gunung Panji. Sungguh Kertapati tidak mengerti mengapakah dalam legenda itu dirinya diceritakan bertemu dengan sang kekasih dan kemudian hidup berbahagia dengan Dewi Sekartaji, untuk kepentingan siapakah kisah tersebut dikontruksi. Apakah benar yang dimaksudkan dalam legenda tersebut adalah dirinya ?. Siapakah yang merekayasa dan merekontruksi jalan cerita kisah tersebut ?. Untuk kepentingan siapakah kisah tersebut dihantarkan ?.  Mengapakah mereka berbuat seperti itu ?. Mengapakah kerajaan Ratu Pantai selatan ikut campur dalam skenario itu. Sungguh sulit dimengerti. Sehabis sholat tadi  Mas Thole perlahan dapat menangkap benang merahnya. Setelah dirinya bersama Banyak Wide mencoba menyadari dan memaafkan atas apapun yang etrjadi dimasa lalu. Ketika dalam khusuknya Mas Thoel bersama Banyak Wide menghadapkan dirinya, memeohon ampun dan mencoba memaafkan, tiba-tiba nyesss rahsa di dada. Angin sejuk dan dingin berputar di dalam kamarnya dalam beberapa menit, diluar hujan tiba-tiba saja turun padahal siang itu masih dalam suasana teriknya, kejadiannya kira-kira jam setengah dua. ( 22/6).
Ternyata didapatlah pemahaman bahwa Raden Inu Kertapati atau Banyak Wide  adalah reinkarnasi tokoh yang dipanggil Paman, masih merupakan trah tetua di Atlantis. Dia sudah mengalami reinkarnasi beberapa kali. Sepak terjangnya yang terlalu menuruti perasaannya itu , telah membuat porak poranda kerajaan Atlantis saat itu. Maka jika perkawinan tersebut diteruskan, akan terjadi kejadian yang sama dengan kerajaan Atlantis. Begitulah waskita yang mampu ditangkap Ratu Kidul generasi saat itu. Maka Sang Ratu dibantu beberapa anaknya menahan laju perkawinan. Mencegah sang Paman untiuk mengulangi kesalahan yang sama. Wolohualam.
Petikan SMS yang terjadi antara Pambayun dan Dewi Sekartaji (tengah meliputi kesadaran Putri Sriwijaya-pen) berdua akan ditautkan menjadi satu bagian dalam kisah ini, bahwa ghaib dan realitas adalah satu mata uang dengan dua sisi yang berbeda namun hakekatnya adalah satu, tergantung kita mau melihat dari sisis yang mana. Saat mana kala itu Banyak wide benar-benar tidak mau menangapi pesan-pesan Dewi Sekartaji sebab masih dalam keadaan rindu-dendamnya , ini;ah petikannya ;

Pembayun  : Putri sriwijaya, ada kbr apa mengenai NRK? Sy dgr dr paman dia sdh mulai bergerak di laut sunda?

Sekartaji : Pembayun, sampai kan maafku pada pamanmu, aku telah menerima karmaku sendiri.. Ampuni aku..

Pambayun Akan sy sampaikan. Tolong putri mengungkapkan semua yg putri tau. Ini utk kebaikan kita semua. Saat ini misi kita utk ms depan. Jgn terjebak pd ms lalu. Kami semua butuh bantuan mu...

Sekartaji : Seperti dirimu yg mampu memaafkan ayahmu.. Sampaikan maafku pada pamanmu.. Ampuni aku.. Ya Allah..

Pambayun Benar bgitu. Tidak ada dendam lg. Saat ini kita semua satu tim. Ungkapkan semua yg kau tau walau itu pedih.

Sekartaji : Aku tdk tau, hati ini hanya merasakan sakitny saja.. Sakit saat kang mas mereka hukum, sakit saat aku tak mampu berbuat apapun, mereka menahanku, menawanku.. 

Pambayun :Ya lepaskan sj rasanya..nangis tdk apa2. Lepaskan semua rasanya. Bertobatlah pada Allah.semua dlm skenarionya. Paman tentunya akan dpt menerima semua dan memaafkan.sy yakin itu...

Sekartaji : Ya Allah, sakitnya ya Allah.. Aku tak tau apa2..

Pambayun :Ya sudah gpp. Istighfarlah...dan serahkan kpd Allah.semua dlm skenarionya.. Mau nangis ya gpp. Biar semua rasa terlepas dr raga. Apa yg ingin putri katakan lg? Akan sy sampaikan pd Paman. Lepaskan beban itu...

Sekartaji : Turun temurun, smua berperang saling menyalahkan, lihatlah, apa yg terjadi pada kita, kita yg merasakan sakitnya, kita yg menelan karma, smua adalah buah dr apa yg kita perbuat diawal, berbutut panjang kebawah, ya Allah, putuskanlah karma ini hanya sampai disini, maafkan aku kang mas.. Ampuni aku..

Pambayun :Insya Allah saat ini kita menerima takdir kita dan memaafkan semua.karma itu terputus. Insya Allah. Paman akan memaafkan mu. Pembayun akan membujugnya...tdk usah khawatir. Semua dilahirkan kembali dlm periode yg sama. Ini takdir dan skenario Tuhan. Paman akan memahami dan memaafkan. Agar ksh sayang yg menjadi landasan dlm misi kita. Ksatria hrs meninggalkan dendam ms lalunya utk mengemban misi skrg. Tidak perlu bersedih lg. Bertobat dan tawakal saja. Maka rasa sakit itu akan lenyap. Dan hy syukur pd Tuhan,kita tlh terlahir kembali dgn misi dr Illahi. Apa putri baik2 saja? Msh nangis? Nti pambayun yg akan bilang sm paman,tdk usah khawatir.

Putri Sriwijaya :Td mas Thole msh marah, jd mau diluapkan sm siapa, utg ada pembayun.. Hehe

 Pambayun : iya mmg dia msh dongkol. Itu td sekartaji ya?? Hmmm

Putri Sriwijaya :Tolong di Share kan aja semua ya .. :)

Pambayun : kebagian tugas lg nih pembayun... Pantesan langit mellow aja dr kmaren...hhhh...nasib dah jd yg plg kecil.. Baik2 akan sy sampaikan dgn sgt hati2... Oya kl ada info soal NRK ya...tuh nyai sdh bergerak dgn nyi blorong di laut sunda. Prabu sdg cek kesana. Hhhhh.... 


Wolohualam

Jumat, 21 Juni 2013

Kisah Spiritual, Romansa Ratu Pantai Selatan (3-3)



Ke manakah akan kucari lagi
butir-butir cintaku yang lama kubuang?Apakah pada gelombang lautanatau hiruk pikuk jalanan?Semua sungai ingin kususuri,semua bukit akan kudaki,semua padang belantara akan kutembusHarus kutemukan lagi sebutir cintaku yang hilangditelan dusta kemarau panjang
Kapankah akan kudengar laginyanyian angin dan denting gitarmu?Apakah pada pancaran rembulanatau tubuh-tubuh panas jalanan?Semua bumi ingin kujejaki,semua langit akan kudaki,semua bintang-bintang akan kutembusHarusku temukan lagi sebutir cintaku yang hilang
Ditelan dusta kemarau panjang

(Episode Cinta yang Hilang, by Ebiet G Ade)

Romansa anak manusia, anak keturunan  Ratu Pantai Selatan.  Semua dalam dendang nada yang sama iramanya. Bagai orkestra alam yang gemuruh kedengaranya. Dalam besutan rahsa di jiwa, dalam melodi angkasa dan alam semesta. Mereka semua mencari cintanya yang hilang. Apakah pada pancaran rembulan ataukah debu-debu panas jalanan. Coba katakan apa yang seharusnya dilakukan. Bila larut tiba dan wajah kekasihnya terbayang. Gemuruh laut pantai selatan dan karang-karang yang menjulang, tak mampu mengusir dia yang manis. Mereka dalam balutan dan liputan cita-cinta mereka yang terlalu !. Kapan lagi mereka bernyanyi bersama. Tatapan alam mampukah membasuh duka.

Tidak saja Banyak Wide, Putri Sriwijaya, Pambayun, bahkan juga Ratu Sima, dan kelima putri lainnya dalam nuansa dan romantika yang serupa. Begitu dalamnya cinta-cinta mereka kepada lawan jenisnya. Begitu halusnya jiwa-jiwa mereka dalam merasakan makna kasih sayang. Sehingga mereka hanyut dalam pusarannya. Pernahkah mendengar celoteh burung murai dan langit tertutup kabut. Siulannya memilukan menikam mendung. Suara lautpun sirna. Terbang entah kemana. Dan disaat yang lain kala mentari bangkit, menyiram jagat raya, kicau menyambut kelahiran mereka. Semilir angin terus memberitahukan kepada mereka atas elegi cinta masa lalu. Kecipak air kali, mengiringi sedihnya.  Betapa jauh jalan terjal mereka tempuh, menembus kegelapan dalam menapaki kisah di Episode Cinta yang Hilang. Oh, betapa perih langkah di jiwa.

Pernahkah engkau dengar, suara pepohonan ketika hutan tertutup embun. Angin membawa aroma keseluruh perbukitan. Ditengah belantara sepi menembus kelam. Sekarang tinggal catatatan, disini pernah berdiri. Sebutir kisah cinta yang terbuang. Mereka tidak berdusta dengan rahsa mereka itu. Coba katakan, apa yang seharusnya mereka lakukan ?. Jika dalam satu kelahiran berlintasan kisah-kisah cinta mereka terdahulu pada masing-masing kekasihnya. Ada banyak warna teramu di jiwa. Coba kau dengar lagunya, bergulirnya rahsa di jiwa, dalam romansa-romansa yang tak biasa. melebihi kisah-kisah anak manusia. Berharap kepada langit, "Kapan lagi dapat bertemu, kapan lagi nyanyi bersama, betapa jauh perjalanan berabad cahaya, bilakah akan terlahir di tempat yang sama. ?"

Ibunda mereka tahu itu betapa derita anak-anak mereka. Begitu juga sang Ibunda mengalami hal yang sama. Mereka senantiasa mendampingi para raja, menjadi penyeimbang dunia ghaib dan realitas. Barangakali takdir memang tengah bicara. Bahwa semua derita diperuntukan buat mereka.  Namun perjuangan mereka sia-sia, mereka selalu dinista anak manusia. Manusia yang tak paham bahwa sejatinya mereka juga sama adalah manusia dalam dimensi yang tak serupa. Sebagaimana kerajaan Pajajaran yang mengehilang. Maka atlantis begitu juga keadaannya. Saat mana bangsa mereka di tenggelamkan oleh alam  sebagian dari mereka mampu menembus langit, bersembunyi pada dimensi lainnya. Mereka adalah tetap manusia seperti kita. Manusia yang sudah memiliki kesadaran sangat tinggi sehingga mereka mampu menembus langit, mendobrak lapisan dimensi. 

Benarkah telah kering kasing sayang di hati manusia. Ranting-ranting patah gemeletak. Terimbas kesedihan sang Ibunda Ratu Pantai Selatan. Gemuruh ombak mendatangi menghibur. Kau dengar dan coba renungkan gelombang di laut selalu nyanyikan rindu. menikam kalbu. Layaknya musim ini berkaca padanya. Awan senantiasa bergerak ke langit Jakarta, mendung dan gelap menggantung. Memerah menjadi hitam. Dengarkan dan coba renungkan gelombang di laut menikam kalbu. Mereka begitu sedih melihat Ratunya menangis. "Apakah perjuangannya selama ini bagi anak manusia  tak bermakna apa-apa ?." Begitu kejam perlakuan mereka kepada kaumnya. Bukankah manusia jawa hakekatnya semua adalah saudara. "Apakah  aku yang merencanakan ataukah Allah .?" Katanya selalu menikam. 

Setiap sudut seperti menyapa, sementara pucuk-pucuk pinus dalam sujudnya. Menghormat kepada anak manusia yang  tak segan mau memasuki lebih dalam lagi, akan  kebenaran berita yang disampaikan  ini. Coba tinggalkan sendiri, dalam kesendirian, untuk belajar menahan kerinduan. Biarkan otak berfikir, apa yang mesti dikatakannya. Setiap orang akan selalu bicara tentang dirinya. Maka kenapakah tidak kita masuki diri kita sendiri saja ?. Kenapakah selalu sibuk berkata lainnya.  Maka kita kan segera percaya betapa besar dan bersahajanya alam. Dan bagaimanakah temukan jalan ?. Butiran embun bagaikan lentera dalam segenap kegelapan. Manusia pasti akan menemukannya kebenaran ini. Jika saja mereka mau mengenali jatidiri mereka sendiri. Bila saja mereka mau membuka hati dan memasuki kedalamanya. Merasakan sendiri makomnya. 

Mas Thole teringat akan email sahabatnya Panglima Atlantis dalam  memperjelas keadaan ini ; "Awal dan Akhir adalah sama. Jiwa masa kini dan jiwa masa lampau adalah satu, yang berbeda adalah Wadak. Semua telah terangkum dalam Lauful Mahfudz. Masa kini dan masa lalu berada dalam satu ruang, hanya kegelapan hati pada diri-diri Manusialah yang menjadikan hijab sehingga terpisahlah kedalam ruang yang berbeda antara masa kini dan masa lampau, gelapnya hati menjadikan diri dan jiwa Amnesia: orang masa lalu tidak mengenal siapa dirinya di masa saat ini."

Manusia menggapai-gapai di dawai karatan, senyumnya kering dan getir dalam setiap memaknai takdir-takdirnya sendiri. Jika sebuah nyanyian usai dipetik, mereka  selalu saja kesulitan mengenali lagi masa lalu dan sekarang. Coba katakan, apa yang seharusnya dilakukan. Bila langit jatuh dan bumi pun terbongkar ?. Manusia bagai bulu-bulu yang diterbangkan angin ?. Gadis-gadis kecil berlarian mendatangi ayahnya. Bayi-bayi melepaskan puting ibunya. Gelombang laut pasang menerjang, membawa tsunami. Coba dengar marahnya alam. jangan tertidur dan bermimpi itu pasti akan terjadi. Maka tidakkah langit-langit kamarmu penuh dengan gambaran itu ?. Kapankah lagi kita akan bertemu Tuhan ?. Bertanyalah wahai manusia ?.

Lanjutan email Sang Panglima ; "Alam bergejolak, bumi nusantara terombang-ambing dalam huru-hara dan kehancuran, semua berperang baik dalam Ghaib maupun  secara Nyata. Sungguh semua ini sudah tidak dapat di tahan-tahan lagi, Tanah, Api, Angin, Air semua menyampaikan laporannya untuk melebur mereka-mereka, tidak bisa untuk di tahan-tahan lagi sudah menjadi kehendak alam. Ini adalah proses CUCI GUDANG. Bilamana saatnya nanti para kesatria yang akan membangun Nusantara Baru (setelah cuci gudang), setelah terjadinya bencana dan huru-hara ini maka alampun akan mengeluarkan harta-harta dari perut bumi, mengganti apa yang telah lebur. Semisal setelah terjadi letusan gunung merapi, lahar yang menyemburat keluar dapat menjadikan tanah subur kembali. Sadarkan mereka-meraka yang mau membuka mata hatinya kembali, agar selamat... Beramal Ma'ruf Nahi Munkarlah semoga Allah memberikan Perlindungannya, bahwasanya kita Makhluknya tanpa ada daya dan upaya."

Ciptakanlah diam, iramanya tralalla.  Nyanyikanlah agar alam tak terguncang. Satukan butir keringat, biarkan kita makin pelan sehingga berhenti. Dengan lembut benahi diri. Selimut rindu biarkan mengembang ke jagat raya, buang cinta di dada kepada manusia lainnya, kepada kekasih semata, ciptakan ingkar irama tralala. Diam ciptakan diam, dalam lagu  semesta, dengarlah suaranya iramanya tralala. "Wahai Para Kesatria: " Aku adalah dirimu dan dirimu adalah Aku, tak perlu melihat tak perlu mendengar dan tak perlu berbicara karena semua sehati, sejiwa, dan saling mengerti dan memahami, jadi tak perlu harus disampaikan dengan Pembicaraan ataupun Tulisan karena jauh sebelum tulisan atau pembicaraan ini sampai, lebih dahulu sampai kedalam hati mu dan pikiranmu sehingga kalian semua dapat mengungkapkan hal yang sama dan menggerakan Raga Dohir kalian untuk menuliskan, mengisahkan, ataupun menyampaikan secara lisan tanpa kalian sadari itu semua muncul kepermukaan hanya untuk kalian sampaikan kepada Anak dan Cucu kalian agar mereka tidak berlaku sasar dalam pencarian kebenaran, mengikuti kekeliruan dan kehilafan karena gelapnya hati, sehingga laku kita salah, mencari kebenaran dengan sasar hingga akhirnya kita tersesat dan tidak bisa pulang ketempat Keabadian yang telah mencipta kita, akankah terus kita berganti Wadak kedalam wadak yang baru setelah ini karena tidak bisa berpulang. Allah sebaik-baiknya tempat kita kembali." Email sang Panglima tandas tanpa basa-basi menohok terus ke dalam jiwa. Tidakkah kita semua berfikir ?. 

Ibunda Ratu Kidul menangis, takdir tengah bicara. "Lihatlah anak cucu kita saat ini, mereka meniru kelakuan kita dan kebiasaan yang dulu sering kita lakukan, sehingga telah menjadi suatu adat istiadat dan Kebudayaan secara turun temurun. Sungguh menyiksa... kalian adalah moyang meraka terserah mau kalian giring kemana mereka, tentunya kalian juga tahu harus di giring kemana mereka.... Jauh kita telah menerpa perjalanan kehidupan dan belajar di alam semesta, baru saja kemarin kita belajar dengan membangun Kerajaan tak cukupkah petikan kehidupan pada masa itu kalian ambil pelajaran, haruskah kesalahan terulang kembali."

Belajar, belajarlah wahai kesatria. Belajar dari atlantis dahulu bagaimana saat ditenggelamkan. Mengapakah hanya sebab cinta kalian lupa ?. Mengapakah hanya sebab harta kalian menista ?. Mengapakah hanya sebab kuasa kalian membabi buta. Bukankah dahulu kalian mampu menciptakan apa saja dengan kedipan mata ?. Kalian akan terus mengawal anak cucu kalian semua, mengantarkan diri mereka mengenal Tuhannya. Bukannya kalian malah terjebak bersama jiwa manusia dalam cinta ragawi. Sungguh, hanya siksa disana. Janganlah kau simpan dalam-dalam. Syukurilah itulah diam tasbihmu. Bahwa engkau diijinkan-Nya merasakan sebuah rahsa cinta, rahsa yang tak sama dengan lainnya. Campakan dan telantarkanlah cinta kalian kepada selain-Nya. Kau diamkanlah bahkan bila perlu tinggalkanlah dirinya yang selain-Nya. 

"Kekosongan dan Kefanaan, tak ada ruang dan waktu yang ada hanyalah Cahaya yang bermuatan Dzat yang Maha Hidup. Semua adalah Kefanaan, yang hidup hanyalah satu yaitu Dzat yang Maha Hidup." 

Pahamilah anak-anakku, ini Ibundamu berkata kepadamu, melalui tangan-tangan sepertimu jua. 

Wasalam, Ibunda RATU KIDUL

Mas Thole diam, membiarkan tangannya ada yang menggerakkannya. Membiarkan gelombang  laut nyanyikan rindu menikam kalbu. Membiarkan Romansa keluarga  Ratu Pantai Selatan menjadi episode tulisan kali ini. Menjadi penyaksi, yah hanya mengamati atas apapun yang terjadi, sebab semua itu sudah ada diawal cerita, sebelum bumi ini diciptakan.

wolohualam 

Kamis, 20 Juni 2013

Kisah Spiritual, Romansa Ratu Pantai selatan (2-3)

Saudaraku Banyak Widhe yg terkasih...ada sebuah pesan bijak yang sangat baik untuk kita simak dan renungkan, Saudaraku...ketika dirimu mendapatkan derita dan sakit yang diperbuat oleh orang lain, janganlah engkau merasa benci dan memendam dendam padanya...ampuni dan maafkanlah dia jauh direlung hatimu. Karena hal tersebut bisa saja terjadi sebagai akibat dari putaran Karmamu di masa lalu...dan keikhlasanmu untuk memaafkannya adalah hal yang akan membersihkan dosa2mu dan meluruskan perjalananmu kelak menuju kesempurnaan hidupmu. dst ..”

Pesan itu terpampang pada komentar di blog ini. Pesan dari Ibu Ratu Kidul kepada Banyak Wide. Pesan yang tidak ada sedikitpun ada rekayasa disana. Dan yang menuliskannya siap bersaksi bahwa ini adalah kebenaran adanya.  (Selengkapnya bisa di baca pada kisah ‘Cahaya Tak Bertulang’).Ugh..!.  Mas Thole sempat terdiam, lintasan batinnya diterjang anomali waktu. Bleng..bleng.   Sosok sang Ratu Kidul adalah sosok yang begitu fenomenal dalam hikayat tanah Jawa. Mengapakah kemudian merasa perlu untuk menyambanginya. Apalah dirinya ini ?. Sehingga sosok ini merasa perlu  menjelaskan itu semua kepada dirinya ?. Bagaimanakah harus memaknai semuanya ini ?.

Sekelebatan dirinya dihantam palu godam, sehingga sempat terhuyung. Kilasan waktu berbalik, semua menyoal penderitaannya dalam hidup, bagaimana keadaan cinta yang terus melukai DNA nya. Sehingga menurun kepada anak keturunannya.  Masih terasa dalam sel-sel kultnya saat mana tubuhnya terjabik empat ekor kuda yang menarik badannya ke empat penjuru. Masih terasa bagaimana amis darahnya, bagaimana angin kemudian memebawa serpihan daging-dagingnya. Dan burung bagkai bersorak memperebutkannya. Semua terlintas dalam kilasan waktu dalam gerakan lambat.

Apakah itu semua karmanya ?. Apakah kesalahannya di masa lalu sehingga sedemikian hebatnya penderitaannya itu ?. Dia tidak tahu itu, yang jelas dirahsakannya adalah kesedihannya atas nasib bangsa ini. Bagaimana manusia merajalela dengan tingkah laku mereka. Kemudian dirinya melihat lebih dalam lagi, ternyata di dalam raga manusia-manusia itu, ada kesadaran rendah (siluman, candala, jin dan lainnya), maka muali saat itulah kemdian dia bertekad menyatakanperang kepada kesadaran rendah itu. Mereka harus bertanggung jawab atas apa yang mereka perbuat. Tidak ada kompromi PERANG akan dicanangkan kepada mereka itu. Begitulah amarah Banyak Wide, semua didasari keprihatinan yang dalam atas diri manusia. Maka Pedang Langit sudah di cabut dari rangkanya , memberikan perintah kepada langit untuk terus memerangi mereka-mereka itu.

Apakah karena hal ini kemudian beliau RATU KIDUL penguasa Laut Selatan merasa perlu mejelaskan duduk permasalahannya. Bagaimanakah manusia harus melihat suatu permasalahan ?.   Nasehat demi nasehat sepertinya terus membombardir dirinya menyoal hal ini. Semua nasehat itu semua berasal dari RATU KIDUL sendiri , Penguasa Pantai Laut Selatan yang sangat disegani baik kawan atau lawan. Sosok yang dipuja dan juga di benci oleh manusia. Namun memang Banyak Wide sosok yang keras hati. Dia tidak bergeming perihal ini. Manusia tidak akan mendatangi para dukun jika golongan para Jin tidak membantu para dukun-dukun tersebut.

Manusia tidak akan memuja kesaktian jika  golongan mereka tidak memerkan kesaktian dan menjanjikan kekuasaan. Benar bahwa golongan manusia yang mendatangi para dukun. Namun benar pula bahwa para Jinlah yang ada dibelakang para dukun tersebut.  Seharusnya ada diantara mereka yang memerangi para Jin kafir yang memperdaya manusia, tidak malah berdiam diri saja. Mengapa golongan mereka terus ikut campur manusia. Mengapakah mereka merasa perlu turut ambi bagian yang memang sudah menjadi wilayah mansuia itu sendiri ?. Dalam kesadaran alam bawah sadarnya Banyak Wide turt menyalahkan Ibunda Ratu Kidul. Sebab dirinya juga mengalami sendiri. Siapakah yang menyembunyikan Dewi Sekartaji ?. Siapakah yang membantu skenario kerajaan Kediri untuk memeisahkan mereka berdua. Ya, Ibu Ratu Kidul selalu ada di balik skenario umat manusia !. Terutama orang-orang Jawa.

Apakah Banyak Wide membenci Ratu Kidul ?. Entahlah dengan dirinya ini, apakah turut larut dalam oposisi membenci ?. Dia tidak tahu itu, hampa saja rahsanya jika menyoal sang ratu ini,  ada kilasan yag membuat dirinya merasa biasa-biasa saja. Maka diingatnya  pada saat prosesi Putri Sriwijaya,  Banyak Wide seperti ada rahsa kesal saja kepada sosok yang kemudian diyakininya sebagai keponakannya sendiri. Masih anak dari Ibunda Ratu Kidul generasi yang sekarang ini. Mungkinkah berkaitan dengan masa lalunya itu. Pada saat kelahiran sebagai Dewi Sudihwari, maka sosok ini adalah nenek tirinya sendiri. Sang nenek inilah yang membantu skenario untuk memisakan dirinya dengan kekasihnya itu. Jenggala dan Kediri saat itu sedang dalam keadaan siap perang. Mungkin karena alasan itulah mereka kemudian memisahkan cinta mereka. “He eh, Dewi Sudihwari memang terlalu !. Dan dia harus menrima akibat perbuatannya itu.” Begitulah kekesalan Banyak wide.

Hah..!. Mengapakah pesan yang dituliskan di awal tulidsn ini seperti mrnyoal keadaan dirinya ?. Mengapakah pesan itu seperti menohok dirinya ?. Pesan itu tahu betapa kesalnya diriya dengan kerajaan Pantai Selatan, yang selalu mencampuri urusan dunia manusia. Rahsa seperti menyalahkan keberadaan kerajaan itu. Dia bertekad untuk memerangi siapa saja yang menyesatkan manusia. Begitu enggannya dirinya berurusan dengan kerajaan itu.  Sampai-sampai Banyak Wide sendiri tidak sadar bahwa asal mulanya dirinya juga berasal dari sana. Semua memang diketahuinya secara tidak sengaja, rangkaian demi rangkian puzle ditatanya, sehingga akhirnya dirinya paham sekali, bahwa nenek moyangnya adalah dari Kerajaan Pantai Selatan. Ugh..!. Seperti apakah kerajaan itu. bagaimana juga dengan ratu mereka RATU KIDUL. Semakin membingungkan saja.   Bagaimanakah Banyak wide kemudian mendapat pemahaman ini ?.

Semula berasal dari kedatangan Ratu Campa Anarawati, saat setelah sholat dhuhur selasa (18/6). Kedatangannya memang khusus ingin bertemu dengan Banyak Wide dan karenanya kesadaran Mas Thole menghablur dalam kurun waktu 1.5 jam. Sehingga  dirinya serasa melayang seperti berada dalam dua alam, antar sadar dan tidak. mas Thole terbangun dalam keadaan tidak ingat apa-apa atas apa yang telah terjadi. Kesadaran Mas Thole baru terbangun saat mendapatkan SMS, sebagai pembuktian bahwa apa yang dialaminya benar. Entah apa yangmereka bicarakan, Mas Thole tidak tahu, hanya ada perasaan tahu saja, perasaan ngeh atas segala sesuatu, tentang apa dia pun juga tidak tahu. Hanya setelahnya ada dorongan sangat kuat sekali, yang memerintahkan dirinya agar segera ke tempat kangmas di Indramayu.

Siapakah kangmas itu ?. Sosok yang misterius dan tidak mau jatidirinya dibuka. Maka Mas Thole menghargai itu, namun untuk menarik garis merahnya perlu diceritakan bahwa kangmas ini secara lahiriah mendapat didikan langsung dari sang Ratu Kidul sendiri. Sang Ratu Kidul yang reinkarnasi pada raga terkini dengan wujud seorang ibu rumah tangga. Bukan ibu biasa namun ibu bangsa ini. Baik di realita maupun dalam ghaibnya. Raganya ditempa bertahun-tahun mengikuti langkah-langkah spiritual sang ratu. Pernah suatu kali beliau di ajak ke pantai selatan saat itu dilihatnya raga ibunya berdiri menghadang ombak. Ombak sebesar rumah bertingkat dua datang menggulungnya, sektekita ibunya lenyap dari pandangan. Kntan saja dia menangis sesnggukan memanggil ibu angkatnya ini. Begitu nelangsanya dirinya, entah beberapa lama dalam keadaan begitu. Hingga kemudian ada yang menepuk pundaknya, menanyakan kenapa menangis. Nampak dibelakangnya sang Ibu sedang tersenyum penuh penegrtian padanya.

Sepak terjang sang Ibu luar biasa, banyak sekali dinampakan hal ghaib dnegan hanya melambaikan tangannya. Sontak ada layar monitor sentuh didepan mata, diperlihatkannya gambaran-gambaran yang akan terjadi. Seperti saat kita menggunakan hp android dengan layar sentuhnya yang udah digeser kemana saja. Dari kangaslah Mas Thole mendapatkan berita bahwa Ibu , tidaklah sebagaimana gambaran manusia. Ibu adalah wali Allah yang senantiasa mengajak kepada kebaikan bagi manusia. Kangmas benar-benar mengalami perjalnan raga, melihat dengan mata kepalanya sendiri. Bukan lagi olah spiritual biasa, namun dia adalah saksi mata. Jika lainnya berjalan hanya dnegan rohaninya, maka kangmas berjalan dengan raganya juga. Inilah yang membedakannya. Itulah sedikit tentang kangmas.

Kembali kepada pesan Ratu Campa Anarawati, kesadaran Mas Thole dalam keadaan tidak bisa menolaknya. Maka dia harus bernagkat ke Indramayu. Sungguh itu membingungkan dirinya, sebab disakunya jelas tidak cukup untuk perjalanan kesana. Maka dia mengirim pesan kepada Sang Prabu, mengkhabarkan bahwa dia ada tugas kesana. Walau dengan bahasa kiasan, tidak dengan jelas menceritakan keadaannya. Sang Prabu rupanya paham sekali. Alhamdulillah, dia membantu sehingga Mas Thole dapat juga pergi kesana. Sungguh ssulit di jelaskan. Kita hanya disuruh yakin dan yakin saja. Jika memang itu perintah sudah mendapatkan restu alam maka akan dnegan mudah saja kita kesana. Cukup kita mengkhabarkan saja dengan niat yang tulis, maka smeua akan bekerja.

Dispenjang perjalanan itulah, kesadarannya terus di bombardir, dan juga saat kepulangannya. Putri Sriwijya juga seakan tidak bosannya mengirimkan SMS berulang-ulang, entah apakah tidak kriting jari-jarinya itu. Bahkan SMS nya hingga kemarin itu masih saja menyoal itu. Menyal kesadaran sang RATU KIDUL dan pemahaman Banyak Wide yang masih terus seakan menyalahkan golongan jin. Seakan-akan sang ratu ingin menegaskan bahwa dirinya bukanlah seperti anggapan sebagian manusia lainnya. RATU KIDUL berbeda dengan NYAI RORO KIDUL. Itu yang tidak diketahui manusia. Dan manusia sering menganggap dan beranggapan sama. Maka kewajiban para kesatria adalah meluruskan angapan ini.

Kerajaan Pantai selatan jika diilustrasikan mirip dengan kerajaan Inggris Raya di alam manusia. Meski disana ada seorang RATU INGGRIS namun hakekatnya sang ratu tidak memiliki kewenangan penuh atas negara-negara persemakmuran lainnya. Sistem kerajaan dan penobatan ratu-nya hampir sama dengan sistem yang dianut Inggris Raya. Dimana RATU nya akan dipilih secara turun temurun. Maka RATU KIDUL adalah sebuah jabatan yang diwariskan secara turun temurun. Yaitu dimulai dari generasi  pertama sampai ke sekarang ini. Kerajaan ini sesungguhnya masih ada hubungannya dengan kerajan Atlantis. Kerajaan atlantislah moyang mereka. Mka jika kemudian dirunut, menjadi jelaslah keadaannya. Ini menjelaskan keberadaan Saudara Sepuh, Banyak Wide, Putri Sriwijaya, Ratu Sima, Pambayun, dan juga lainnya. Semua orang-orang masa lalu akan menkerucut ke peradaban atlantis.

Kerajaan Ratu Pantai Selatan adalah kerajaan persemakmuran di alam ghaib sana, dimana pusat kerajaannya di bawah benua yang hilang atlantis, dilereng pegunungan di laut terdalam. Laut Pantai Selatan. dari pusat kerajaan inilah mereka memantau anak keturunan mereka yang terus menerus reinkarnasi di dalam raga mansuia. Ibu RATU KIDUL bertanggung jawab untuk membimbng anak keturunan mereka yang sudah lahir diraga manusia terkini. Mereka sudah memeiliki kesadaran tinggi sekali. Kerajaan mereka membawahi kerajaan-kerajaan kecil lainnya. Kerajaan kecil tersebut memeliki masyarakat yang tertatata. Banyak juga disana rakyatnya yang merupakan golongan manusia. Mereka memerintah golongan jin dan manusia di alam dimensi disana. Kadang ada saja dianatara mereka yang menginginkan kembali ke dimensi alam manusia. Diantara mereka ada yang kafir dan ada yang beriman.

Nyai Roro Kidul adalah salah satu ratu dari negara persemakmuran Kerajaan Pantai Selatan itu. Sehingga segala perbuatannya sebenarnya terlepas dari tanggung jawab sang RATU KIDUL itu sendiri. Sang Ratu hanya mengawasi saja, mengatur segala sesuatunya agar alam tetap harmonis dalam keadaannya itu. Maka sang Ratu kadang juga ke alam manusia untuk melihat sepak terjang kaumnya. Sang Ratu selalu memeberikan penyeimbang. Jika sudah terlalu banyak kaumnya yang menguasai raga manusia dan membuat kerusakan. Maka sang Ratu akan mengutus para kesatrianya. Sang Ratu akan memanggil para kesatrianya yang memang sudah dari semula berada dialam manusia. Sayang kadang mereka terhijab oleh raga mereka sendiri. Sehingga karenanya perlu dibuka hijabnya. Untuk keperluan itulah Banyak Wide kemudian diutus ke tempat kangmas, sebab keadaan kangmas sudah 4 bulan mengalami sakit yang tidak diketahuinya. 

Begitu berpilin-pilinnya kesadaran kolektif anak manusia. Mereka penuh dengan anggapan yang dibangun nenek moyang. Begitu halnya apa yang dialami Banyak Wide, sungguh jika bukan atas rahmat Allah maka dirinya juga belum tentu mampu memaknai hal ghaib ini. Banyak sekali para candala yang mencoba menghalangi manusia untuk menbdapatkan pemahaman penyeimbang ini. Mereka akan selalu mem blokade informasi ini. Maka hanya dengan mensucikan hati saja, manusia akan mampu mendapatkan petunjuk. Maka serangkaian SMS dari Putri Sriwijaya, yang menjadi mediasi pembiacaraan banyak Wide dengan Ibunda RATU KIDUL , dicuplikan menjadi sebuah rangkaian pemahaman, melengkapi kisah spiritual Mas Thole;

 Putri Sriwijaya : Segalanya harus kembali ke asal, siapakah sejatinya diri, harus mampu menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya, maka akan melebur menjadi sejatinya, kembali ke keadaan semula..Bgtlah yg terjadi pd dewi sekartaji.

Mas Thole : Ya ya .,tapi itu kan ibu ratu yg beperanan

Putri Sriwijaya : Ibu ratu mengikuti titah sang eyang jagat, pemilik semesta alam

Mas Thole : Knp tdk dipertemukan sj, biar tdk tersiksa mrk

Putri Sriwijaya : Bukankah ayat2 alqur'an telah jls menyatakan? Tiada sesuatu pun yang ghaib di langit dan di bumi, melainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (An Naml, 27:75). Nabi Muhammad bersabda: "Tiada yang bisa mengubah takdir selain doa dan tiada yang bisa memanjangkan umur kecuali perbuatan baik". Bukankah hidup ini adalah perjalanan? . Sadarilah, takdir2nya, bukankah itu yg menjadikan manusia yg beriman? Atau sebaliknya? Belajarlah dr dewi sekartaji, yg mampu melebur diri, menuju cahayanya..
(Allah) Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun (Al Mulk / QS. 67:2)

 Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, Nasrani, Shabiin (orang-orang yang mengikuti syariat Nabi zaman dahulu, atau orang-orang yang menyembah bintang atau dewa-dewa), siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan beramal saleh, maka mereka akan menerima ganjaran mereka di sisi Tuhan mereka, tidak ada rasa takut atas mereka, dan tidak juga mereka akan bersedih (Al-Baqarah / QS. 2:62).
Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia (Ar Ra'd / QS. 13:11)
 Dialah Yang Awal dan Yang Akhir ,Yang Zhahir dan Yang Bathin (Al Hadid / QS. 57:3). Allah tidak terikat ruang dan waktu, bagi-Nya tidak memerlukan apakah itu masa lalu, kini atau akan datang) sebagaimana dia lahir di awal, maka berakhirny jg seperti di awal
 Dia (Allah) telah menciptakan segala sesuatu dan sungguh telah menetapkannya (takdirnya) (Al-Furqaan / QS. 25:2)

 Apakah kamu tidak tahu bahwa Allah mengetahui segala sesuatu yang ada di langit dan bumi. Sesungguhnya itu semua telah ada dalam kitab, sesungguhnya itu sangat mudah bagi Allah (Al-Hajj / QS. 22:70)

 Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya (Al Maa'idah / QS. 5:17)

 Kalau Dia (Allah) menghendaki maka Dia memberi petunjuk kepadamu semuanya (Al-An'am / QS 6:149)

 Allah menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat (As-Safat / 37:96)

 Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan (Luqman / QS. 31:22). Allah yang menentukan segala akibat.
 ... barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir... (Al Kahfi / QS. 18:29)

Putri Sriwijaya : Kang mas, sadarilah kesalahan masa lalu, bangkitlah, tetapi takdir2 sang hyang jagat..(Dewi Sekartaji turut bicara-pen)

Putri Sriwijaya : Kita hanya dipinjamkan, jd semua harus dikembalikan paman.. Bukan hak milik, hanya hak pakai..(Dewi Sudihwari tidak mau disalahkan, ikut bicara-pen)

Putri Sriwijaya : Kita smua sama mas , sakit dan sedih, tapi kita harus bangkit, itulah sang kesadaran, mari sama2 kita berjuang, membantu saudara2 kita yg lain, inilah tugas kita, sbgai khalifah Allah.. Bersihkan hati dan jiwa.. (raga terkini ikut bicara-pen)

Mas Thole : Ya, apakah manusia bs bertindak sbg Tuhan kmdn dg anggapan itu perbuat layaknya nb khidir. Knp sang ratu trs mengambil pesanan hak manusia?

Putri Sriwijaya : Takdir baik dan takdir buruk, smua telah dituliskan, mengapa manusia tdk mau memahaminya?

Mas Thole : Apakah sang ratu berhak atas itu?

Putri Sriwijaya : Rahasia Illahi, lihatlah, manusia msh mempertanyakan haknya? Sadarilah!. Segala yg terjadi atas nama ratu kidul, bukanlah perbuatan ratu kidul!. Mereka para pencuri2 berita dr langit

Mas Thole : Knp hal ini diulang? Knp ratu tdk mengurusi manusia?

Putri Sriwijaya : Sama seperti para nabi2, apakah yg bisa dilakukannya saat umat2nya berbuat sesat? Mengingatkan dan menyerahkan kpada Allah, krn sesungguhnya manusia dan jin itu sama, hanya alamnya saja yg berbeda..

Putri Sriwijaya : Jalur manusia dan jin itu berbeda, sudah ada ketetapannya..

Putri Sriwijaya : Sadarilah wahai anakku, semuanya ada jalannya masing2, jgn saling menyalahkan, krn smua sama2 makhluk Allah, belajarlah pada pendahulumu, yg saling berselaras dgn Alam dan makhluk2 lainnya di muka bumi ini..

Mas Thole : Dan knp selalu campur tangan atas nasib manusia?

Putri Sriwijaya : Bukan campur tangan, keduanya sama2 sesat, kenapa manusia datang kpd makhluk gaib? Dan makhluk gaib dgn senang hati dipuja manusia

Mas Thole : Hmm..siapakah skrg yg menjadi daya dorong gerak manusia! Dialah yg hrs tg jwb.

Putri Sriwijaya : Allah penentu segalanya, bukan manusia dan juga bukan jin, smua sama, akan mendapat azabnya di hari akhir kelak..Kesadaran seperti apakah yg engkau bawa anakku, jika dendam masih terpatri dihatimu pada MakhlukNya?. Ingatlah, luruskan niatmu, bersihkan hatimu, utk berselaras dgn alam dan makhluk dimuka bumi ini!

Mas Thole : Hmm..daya selain allah para jin dan candala. Bkn daya allah . Menegakan kalimah Allah, mk daya2 selainNya yg menipu manusia hrs diperangi.

Putri Sriwijaya : Apakah jin punya daya sendiri selain Allah? Apakah jin makhluk super? Apakah jin itu tuhan? Tiada daya dan upaya selain Allah.. Tidakkah cukup Al qur'an sebagai petunjukmu..?

Mas Thole : Syetan gol jin dan manusia.

Putri Sriwijaya : Sadarilah Ananda, disini kita bukan utk berperang, bukan saling menjatuhkan atau menyalahkan, hanya ada satu tujuan, memerangi kebatilan, menegakkan agama Allah.. Mengapakah manusia slalu menyalahkan golongan jin, pdhal musuh nyata itu adalah syetan.. Ya, tdk dipungkiri, didlm tubuh2 manusia byk candala, knp kita tdk memerangi mereka? Dua makhluk sesat jin dan manusia, kenapa harus menyudutkan dan menyalahkan bgsa jin?
Itulah tugas kita sesungguhnya..

Mas Thole : Mrk yg ada didalam raga manusia tanpa hak. Mrk sesat menyesatkan manusia. Skrg mrk yg jd penguasa di dunia. Memerangi dua makhluk sesat jin dan manusia.. Menyadarkan utk kembali kejln Allah, 

Putri Sriwijaya : Mereka sendiri yg meminta, mendatangi para dukun2 sesat, dimanakah kesalahannya?. Bukankah Allah melarang utk mendatangi itu smua? Lihatlah mereka, Dukun2 sesat yg berkolaborasi dgn jin2 kafir..Sadarilah Ananda, smua kesalahan masing2 mereka, jgn bgsa jin yg disalahkan, satu yg berbuat semua kena buruknya..

Mas Thole : Tdk ada hak bg gol jin memenuhi keinginan man.

Putri Sriwijaya : Ananda! Dimana keimananmu! Buka matamu, lihatlah kekuasaan Allah! Tidak ada yg tidak mungkin didunia ini, semua telah tertulis, kita hanya menjalani saja, jgn saling menyalahkan! Satria harus berhati bersih karna realitas dan ghaib itu tiada beda

Putri Sriwijaya : Bicaralah pada saudara sepuhmu, beliau lebih memahami.. 
Ibunda pamit, smoga restu Allah menyertai kita semua.. wassalam.

Tiada salam permisahan yang disampaikan Banyak Wide kepada Ibundanya sendiri Ratu Kidul generasi ke-7. Banyak Wide dalam anggapannya sendiri. Penderitaan hidupnya-kisah cintanya dengan Dewi Sekartaji, dan bagaimana peranan Ibundanya, yang membiarkannya dia dalam keadaan begitu, masih membekas di hati. Kemarahannya juga  masih menggayut kepada Dewi Sudihwari yang telah memisahkannya dengan kekasih hatinya. Walau dalam hati kecilnya sungguh dia menyesali dirinya sendri. Begitu keras nya hatinya. Yah, dia memang berbeda dengan Saudara Sepuh-nya, yang sangat bijak sekali dalam menyikapi persoalan. Banyak Wide selalu menuruti perasaan. Dia berjalan dengan nalurinya. Maka keadaan itulah yang terkadang menjerumuskan dirinya. Dan semakin dalam dikaji Banyak wide mengakui kekurangan dirinya itu. Maka karena itulah dia terlahir kembali untuk belajar lagi perihal itu. Bagaimana sesungguhnya manusia harus ber-ISLAM.

Bersambung...

wolohualam